“Ternak Bisa Sakit Parah Tanpa Gejala Awal? Sosialisasi PMK KKNT IPB di Mangunharjo Buka Mata Para Peternak!”
Meggy
14 Juli 2025 509 x Kabar Desa
“Ternak Bisa Sakit Parah Tanpa Gejala Awal? Sosialisasi PMK KKNT IPB di Mangunharjo Buka Mata Para Peternak!”
Desa Mangunharjo, 14 Juli 2025 — Siapa sangka air liur berlebih dan luka kecil di mulut hewan bisa jadi tanda awal penyakit serius? Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), salah satu ancaman terbesar bagi hewan ternak, kini jadi perhatian serius di Desa Mangunharjo.
Berangkat dari kekhawatiran atas potensi penyebaran PMK, Pemerintah Desa Mangunharjo bekerja sama dengan mahasiswa KKNT IPB dan Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (Nakperla) Kecamatan Jatipurno melalui Mantri Hewan Pak Wawan, menggelar Sosialisasi Pencegahan PMK di Balai Desa Mangunharjo.
Acara ini menghadirkan suasana edukatif yang dikemas menarik dan aplikatif. Para peternak lokal terlihat antusias mengikuti paparan materi dari mahasiswa KKNT IPB yang menjelaskan dengan lugas tentang cara mengenali gejala awal PMK, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahan sederhana yang bisa dilakukan di kandang masing-masing.
Pak Wawan, Mantri Hewan dari Nakperla Jatipurno, juga turun langsung memberikan materi berdasarkan pengalamannya di lapangan. Ia mengingatkan pentingnya pelaporan cepat jika ditemukan gejala mencurigakan pada hewan, karena penyebaran PMK bisa sangat cepat dan merugikan secara ekonomi.
"Jangan tunggu sampai parah. Kalau ternak sudah terjangkit, pemulihannya butuh waktu lama dan bisa menular ke yang lain. Laporkan lebih awal, itu kuncinya," tegas Pak Wawan dalam sesi diskusi interaktif.
Kegiatan ini menjadi ruang sinergi yang kuat antara pemerintah desa, akademisi, dan tenaga teknis peternakan. Kepala Desa Mangunharjo turut mengapresiasi kolaborasi ini sebagai langkah konkret perlindungan potensi peternakan desa.
“Harapannya, para peternak makin waspada dan bisa jadi garda depan mencegah penyakit ternak. Ini bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan ekonomi warga,” ujarnya.
Sosialisasi ini ditutup dengan pembagian leaflet edukatif dan agenda tindak lanjut berupa kunjungan kandang serta edukasi lanjutan dari tim KKNT IPB.
(Meggy)

