Budidaya melon hidroponik di desa saat ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat karena harga jualanya yang lebih tinggi dibandingkan tanam melon secara konvensional di lahan terbuka.
Dengan kondisi alam yang umumnya mendukung dan ketersediaan lahan yang luas, desa menjadi tempat yang ideal untuk mengembangkan usaha pertanian melon.
Wasis Setiyoko (Mamen) , pemuda asal Dusun Pule Desa
Mangunharjo ini mulai menanam melon dalam Greenhouse dengan ukuran 160 meter
persegi, atau berisi sekitar 300 pohon melon. Menurutnya, menanam melon dalan
greenhouse lebih menguntungkan karena bisa meminimalisir serangan hama penyakit,
dampak dari perubahan cuaca, meningkatkan hasil panen, dan kualitas buah yang
di hasilkan lebih baik. Selain itu harga jualnya lebih tinggi di bandingkan
dengan melon yang di tanam di lahan terbuka.
Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan dari berbagai
pihak, budidaya melon di desa dapat menjadi usaha yang menguntungkan dan
berkelanjutan.
Budidaya melon di desa memiliki potensi besar untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan persiapan yang matang, perawatan
yang baik, dan pemasaran yang efektif, petani desa dapat meraih sukses dalam
usaha ini.
Secara keseluruhan, menanam melon di greenhouse adalah metode yang lebih intensif dan modern, yang menawarkan banyak keuntungan bagi petani. Namun, perlu diingat bahwa investasi awal untuk membangun greenhouse dan biaya operasionalnya juga lebih tinggi.
(Meggy)

